http://hotfile.files.wordpress.com/2008/08/oil-rig2.jpg

Selasa, 19 Januari 2010

Rencana pengeboran minyak dan gas di Idaho

Perusahaan Canada akan mengebor minyak dan gas alam di Boise basin, Idaho.
Bridge Energy Inc., cabang dari Bridge Resources Corp., Calgary, digunakan untuk izin mengebor lima sumur 4,500-7,000 ft yang dimulai pada quarter keempat. Perusahaan mengatakan sumur akan mentargetkan tiga reservoir shallow gas dan deeper oil pada 2,000-7,000 ft.
“Beberapa sumur lama mengalir gas untuk permukaan di rate yang terukur sampai 400 Mcfd, dan dua dari empat deeper wells di basin recorded live oil shows,” kata Bridge Resources.
Sumur baru akan menjadi yang pertama berdasarkan pada modern reprocessed seismic, kata perusahaan. Idaho tidak memiliki produksi minyak dan gas.
Bridge Resources dan Paramax Resources Ltd. masing-masing memiliki 50% saham di lebih dari 105,000 gross acres, hampir 75% dalam ongkos di Idaho dan Oregon.
Sumber: www.ogj.com

Partnership di Black Sea akan mengebor di West Ayazli

Penulis : Offshore staff
According to Stratic Energy, the well - targeting a Cretaceous interval – is expected to encounter gas in the Kusuri formation. It is therefore being designed for subsequent tieback to the Ayazli platform. The partners have budgeted .1 million for the drilling program, which includes production equipment but not tie-in costs.
South Akcakoca Phase 1 involved developing the Akkaya, Ayazli, and East Ayazli fields. Production improved last month following measures to increase chokes on the wells. Various perforations on the East Ayazli wells have also provided short-term boosts throughout the year.
Phase 2 is currently well advanced, with fabrication of a jacket and deck for a new platform under way. Stratic anticipates float-out and installation offshore next summer, including a pipeline tie-in to the existing export system. First gas is due in fall 2010.
Sumber: www.offshore-mag.com
 

Chesapeake memutuskan tidak akan mengebor di watershed New York City

Aubrey K. McClendon, Chesapeake’s chief executive officer, said, “…it has become increasingly clear to us over the past few months that the concern for drilling in the watershed has become a needless distraction from the larger issues of how we can safely and effectively develop the natural gas reserves that underlie various counties in the Southern Tier of New York.”
Chesapeake is the only leaseholder in the New York City watershed, holding fewer than 5,000 acres there. “This leasehold is immaterial to Chesapeake and also does not appear prospective for the Marcellus shale,” McClendon said.
Chesapeake notes that it is the largest leaseholder in the Marcellus shale play, with 1.5 million net acres under lease. The leases lie in northern West Virginia, across much of Pennsylvania, and across portions of the Southern Tier of New York.
McClendon also said, “Chesapeake supports the [New York] Department of Environmental Conservation’s decision to have all hydraulic fracturing vendors register their products and reveal the chemicals used in them.”
Sumber: www.ogj.com
 

Reservoir Karbonat dan Rekah Alam

More than 50% proven reserves of oil and gas trapped in the carbonate and naturally
fracture reservoirs which has complexity and heterogen (note: geothermal reservoir have
always almost found in the naturally fracture reservoir). Carbonate reservoir is different
from klastic reservoir because it’s heterogeneity, surface chemical properties, and
multiporosity characteristic (dual or triple porosity)from rocks and fluid flow
system(interporosity flow). The rock surface chemical character produce wettability
between water-wet and oil-wet which can make water fingering easily happened, lower
production and lower recovery factor. These pores geometry heterogeneity on carbonate
reservoirs can be representated by dual porosity system which connected by
interconnection among fractures (vugs, channels) and rocks matrix. The amount of fluids
which stored on matrix and fracture and it’s easily path is the most important thing in the
strategy for exploiting this kind of reservoirs. The heterogeneity either areal or vertical,
wettability degree, and pores geometry multiporosity characteristic is the main contributor
which related each other and the uniqueness of the carbonate and naturally fracture
reservoir must be known by the Petroleum Engineering, Geology Engineering and
Geophysics Engineering student.

PV Drilling mengeluarkan letter of award untuk rig

Penulis : Offshore staff
PV Drilling telah mengeluarkan letter of award kepada Keppel FELS untuk mengajukan bantuan rig dengan menggunakan KFELS SSDT 3600E design.
Target pengiriman pada 4Q 2011, rig akan sanggup untuk mengoperasikan dan memelihara stasiun yang memelihara di water depth sampai 5,000 ft (1,524 m) sepanjang tiang kapal dan tension leg platforms.
Sumber: www.offshore-mag.com

PSA menyetujui empat sumur di Norwegia

Penulis : Offshore staff
Petroleum Safety Authority telah mengeluarkan izin untuk empat sumur eksplorasi pada Norwegia shelf.
Lundin Norwegia telah dikosongkan untuk menggunakan semisubmersible Transocean Winner untuk sumur 16/1-13 di North Sea, dan kemungkinan sidetrack. Lokasi sekitar 170 km (105 mil) barat Stavanger di lisensi produksi 338. Kedalaman air di lokasi ini sekitar 110 m (361 kaki). Operasi yang akan dimulai pada pertengahan Desember, dengan durasi yang diharapkan dari 45 hari untuk sumur utama dan 21 hari untuk sidetrack.
StatoilHydro akan menggunakan semisub Ocean Vanguard Diamond Offshore untuk mengebor sumur 34/4-12 S dan sidetrack 34/4-12 A di lisensi produksi 057, timur laut lahan Snorre, di kedalaman air 382 m (1.253 kaki). Pengeboran akan dimulai bulan depan, setelah rig pengeboran lain telah menyelesaikan tugas, dan akan berlangsung sekitar 78 hari.
BG Norge memiliki izin untuk menggunakan fasilitas mobile Rowan Gorilla VI untuk sumur di PL 297, sekitar 300 km (186 mil) barat daya Stavanger, di kedalaman air 70 m (229 kaki). Perkiraan durasi adalah 181 hari.
Akhirnya, Talisman Energy AS Norwegia (Talisman) akan melakukan pengeboran eksplorasi di wilayah YME dengan fasilitas mobile Maersk Guardian. 9/2-11 sumur yang direncanakan pada PL 316 DS, sekitar 110 km (68 mil) barat daya Egersund dan 11 km (6.8 mil) utara lahan YME yang dioperasikan Talisman, di kedalaman air sekitar 100 m (328 ft). Pengerjaan sudah dekat, dengan aktivitas pengeboran diperkirakan akan berlangsung selama sekitar 50 hari.
Sumber: www.offshore-mag.com

Memaksimalkan hasil pemboran eksplorasi

Tentang statistik jumlah basin yg dieksplorasi tersebut, menurut Pak
Andang Bachtiar ketika mempresentasikan ttg kegiatan explorasi migas
di Indonesia beberapa waktu lalu, isinya menyatakan bahwa angka
tersebut tidak (sangat sedikit) berubah selama beberapa dekade.
Artinya tidak ada penambahan yang signifikan dalam usaha eksplorasi
terhadap cekungan2 baru. Masalahnya memang tidak sederhana akrena
menyangkut banyak hal termasuk insentif new basin exploration,
katertutupan data, serta knowledge kita ttg basin2 yg belum
dieksplorasi, dll.

Usulan anda tentang "Peer Review" itu sangat bagus. Setiap perusahaan
yg berdekatan tentunya sangat mungkin untuk saling membantu. Namun
perlu kita ketahui juga bahwa setiap perusahaan memiliki hak untuk
menutup diri karena menilai hal tersebut confidential (rahasia).
Apalagi di jaman informasi seperti skrg ini, hampir setiap info dapat
menjadi bahan menmbun kekuatan bagi pemiliknya      --> "information
is a power". Dengan demikian sangat tidak mudah menjadikan segalanya
transparan, itu perlu disadari !

Azas ketertutupan data (closed file policy) masih berlaku di
Indonesia. Sehingga masing2 perusahaan masih diperbolehkan mengunci
data-data penting tersebut di "kotak wasiat"nya. Itulah sebabnya
pemain-pemain baru sangat sulit untuk mendapat data-data kunci
tersebut. Pemain-pemain sukses di Indonesia sejak dulu tidak banyak
berubah. Menurut saya hal ini jelas karena kesulitan memperoleh data
bagi pemain-pemain baru.

Namun jangan kecil hati dulu. Banyak cara bagi kita utk
sharing/berbagi informasi.
Saya sebutkan dibawah paling tidak ada tiga cara.

1. Data trade.
Salah satu cara dengan "data trade" tukar-menukar data, dan cara ini
sangat diperbolehkan oleh migas. Cara ini sering dilakukan oleh pemain
yg besebelahan. Namun bagi pemain baru tentunya tidak mudah.

2. Exploration forum
Forum ini sudah lama dibentuk dimana explorationist di Indonesia
saling bertukar informasi tentang kesuksesannya. Saya belum tahu
apakah adayg sharing kegagalan, karena ini juga sama pentingnya supaya
tidak masuk lubang dua kali. Biasanya forum ini berupa forum diskusi
antar perusahaan yg beroperasi di Indonesia. Kalau tdk salah forum ini
dulu difasilitasi oleh Petamina (cq. BPPKA).

3. Profesional Seminar
Konvensi, seminar dan forum presentasi oleh organisasi profesi sering
dipakai sebagai ajang untuk berbagi informasi. Seperi yg dilakukan
IPA, IATMI, IAGI, HAGI dll. Namun tentunya masing-masing perusahaan
akan mempermainkan kartunya, dengan strategi masing2. Tidak mungkin
semua data dibuka, byak !
Mana mungkin anda membuka isi dompet anda kan ?
Pastilah ada hal-hal sifatnya personal dalam diri kita, demikian juga
ada hal-hal konfidensial dalam perusahaan.

Cara lain perusahaan mengumpulkan data serta informasi masih banyak
misalnya scout check, membeli saham/share, hingga membeli data di
black market (ini yg disayangkan).

secara pilosopis ... kita ini masih hidup di dunia materialis dengan
cara interaksi berupa "trading economy" bukan "sharing economy".
trading = tukar menukar
sharing = berbagi

Salam
RDP

On 9/8/05, sigit ari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya pernah membaca tentang Indonesia's basins and their exploration status 
> (after Sujanto,1997 and Sumantri and Sjahbuddin, 1994; dalam Overview of 
> Indonesia's oil and gas industry-Celebrating its 70th year of continuous 
> activity in Indonesia -Sclumberger).
> 
> Dari tulisan tersebut diketahui bahwa :
> Western Indonesia, terdapat 22 basins; Undrilled (13.6%), Producing (50.0%), 
> Discoveries (non-producing, 13.6%), Drilled (no discoveries, 22.7%)
> 
> Eastern Indonesia, terdapat 38 basins, Undrilled (50.0%), Producing (7.9%), 
> Discoveries (non-producing, 15.8%), Drilled (no discoveries, 26.3%).
> 
> Mungkin ada data terbaru yang saya belum ketahui, mohon saya dikoreksi.
> Namun sebenarnya yang ingin saya ketengahkan adalah, adanya kenyataan bahwa 
> masih terdapat basin yang belum dieksplorasi, dan kemungkinan ditemukannya 
> basin-basin baru yang prospektif, walau dengan kondisi yang lebih kecil atau 
> lebih kompleks secara struktur, stratigrafi, dsb.
> 
> Untuk teknologi dan teknikal, saya pikir sudah dalam arus besar yang tepat, 
> namun secara detail dan mungkin non-teknikal, ada beberapa yang ingin saya 
> tanyakan.
> 
> Sebagai contoh, apabila ada suatu KPS yang akan melakukan pemboran eksplorasi 
> pada target tertentu dengan petroleum system, play concept tertentu, dsb.; 
> alangkah baiknya apabila, ada semacam misalkan "peer review" oleh KPS lain 
> yang daerahnya berbatasan dan apabila mungkin juga difasilitasi oleh instansi 
> yang terkait dan berwenang, yang diharapkan mempunyai kemiripan play system, 
> petroleum concept, dsb; yang ditujukan untuk lebih memaksimalkan dan 
> mempertinggi keyakinan dari hasil pemboran eksplorasi tersebut.
> 
> Karena kalau saya melihat misal dari Scout Check yang diadakan secara berkala 
> (walaupun saya sendiri belum pernah ikut, saya mendapatkan hasil dari 
> reken-rekan yang pernah mengikutinya); kayaknya kok belum maksimal secara 
> teknikal dalam upaya saling mendukung kesuksesan hasil dari pemboran 
> eksplorasi. Atau memang Scout check tidak ditujukan untuk hal seperti itu ya?
> 
> Apakah hal ini berkaitan dengan UU, peraturan, atau nilai pendapatan yang 
> akan diperoleh oleh masing-masing KPS, atau bagaimana?
> 
> Bukankah oil dan gas yang dipunyai oleh negara Indonesia, alangkah bagusnya 
> kalo bisa dimaksimalkan hasilnya untuk kemajuan bangsa Indonesia itu sendiri; 
> dengan melakukan suatu terobosan-terobosan yang lumayan significant untuk 
> saling men-sinergi-kan dan meng-komprehensif-kan suatu usaha-usaha yang tepat 
> antar KPS dan didukung oleh instansi terkait yang bisa menjadi semacam 
> fasilitator (didukung juga oleh peraturan tertulis, dsb); terarah, terkonsep, 
> dan kontinyu; untuk memaksimalkan hasil dari pemboran eksplorasi.